Lulusan Indonesia masih rendah yang menguasai Telco ?
Ga sengaja gw baca headline yang judulnya NSN bangun hub di Indonesia ada hal – hal yang menurut gw merendahkan kualitas resource kita di bidang telco, coba perhatikan petikan berikut ini :
“Lulusan Indonesia yang menguasai teknologi telekomunikasi masih rendah, tak sampai ribuan. Bandingkan dengan China yang bisa lebih dari ratusan ribu dalam setahun,” jelas pria asal India ini (Arjun Trivedi).
Rendah di ukur dari mana Pak ? Kuantitas atau kualitas ? Apakah NSN selama ini sudah melakukan survey untuk ini ? Bukankah di NSN sendiri management nya masih amburadul ? banyak expat – expat di NSN yang ternyata kalah jauh dengan engineer – engineer dari Indonesia bisa kita lihat project – project mereka terutama yang di NSN – Telkomsel, berapa banyak expat yang di terjunkan untuk meng- closed KPI yang ternyata ga bisa apa2 ?
Coba perhatikan lagi petikan berikut ini :
Berbicara soal penerapan teknologi, Arjun berpendapat, perkembangan teknologi di Inddonesia terkesan dipaksakan.
Di negara lain, seperti India misalnya, penerapan teknologi bisa bertahan sampai tujuh tahun. Sedangkan di Indonesia, teknologi sudah berganti dalam waktu dua tahun.
“Di Indonesia teknologi itu revolusi bukan evolusi, karena di negara lain perkembangan teknologi di jalankan secara bertahap,” tandas Arjun.
Persaingan yang memaksa untuk revolusi di bidang teknologi dan gw pikir juga setiap operator mempunyai blueprint terhadap penerapan teknologi sampai beberapa bahkan puluhan tahun ke depan jadi bukan serta merta seenak sendiri tahun depan ganti teknologi tapi sudah ada dalam setiap blueprint.
Apakah ini tanda NSN sudah kalah bersaing dan mulai meredup ? karena sudah banyak di swap sama vendor – vendor kuning ?
April 27, 2009 at 4:33 pm
Wah si hidung panjang itu (arjun) sok-sokan bilang kaya gituh, padhal di NSN sendiri kalo boleh jujur orang2 lebih pinter dari expat cuma menang english doank tuh…Anjrit…
Tpi wa=hateverlah……aku dah ga di nsn lagi…hahahahah
July 2, 2009 at 7:42 am
Pendidikan kadang lebih tinggi ,namun masih kalah dengan pengalaman,
September 12, 2009 at 8:09 am
rasanya NSN sendiri masalah manajemen memang masih g jelas, tp kalo diseleksi china dan kalo boleh diadu orang lokal bunnnaayyyyakkkk kok, cuma kalah koneksi aja. contoh, saya pernah lihat orang cina untuk drivetest 3G di NSN baru 3 bulan bisa menjadi optim, padahal secara ilmu dan pengalaman g ada apa2xnya, orang lokal y dech yang DT, tuch cina menang koneksi, jadi optim china lebih memaksakan di backup oleh kawan sendiri. dan yang lebih parah lagi sekarang operator juga lebih percaya dengan subcon asing, dibandingkan subcon local, contohnya nilai project pasti lebih mahal subcon asing dibandingkan local, kalo dia liahat kualitas malah subcon local gak kalah bagsnya kok
yahhh nasibbbbbbb