Personal Branding, Perlukah ?

Entah tulisan ini berkaitan dengan tulisan sebelumnya atau ngga yang pasti masih berhubungan dengan how to sell our self ? Layak nya sebuah produk, diperlukan sebuah identitas untuk memberikan sebuah gambaran tentang apa yang di jual dari produk tersebut untuk di sesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Di era media yang serba terbuka sekarang ini, sangat lebih mudah bagi suatu produk untuk lebih di kenal kesasaran target market yang telah di tentukan sesuai dengan jenis dan karakteristik produk yang di tawarkan. Facebook, twitter, blog, linkedn, dll adalah bagian dari era media yang sangat terbuka sekarang ini dimana connect vitas kapanpun dimanapun dengan siapapun bisa di lakukan, namun sayang pemanfaatan media masih sedikit yang jeli untuk lebih di maksimal kan lagi dari sebuah peluang yang ada.

Kembali kedunia kita, brand adalah sebuah identitas untuk mengetahui siapa kita. Membranding berarti memberi makna pada karakter yang kita punya agar di kenal lebih luas lagi. Pada dunia telco kita, target market kita sudah sangat jelas akan kebutuhan nya, namun dengan semangat persaingan yang ada mampukan kita bersaing diantara para jawara – jawara ? di kenalkah kita diantaranya ? Ya benar, kita perlu me make up diri kita untuk membuat sebuah brand atas diri kita lalu itulah kita yang akan di kenal secara luas, bagaimana caranya ? Menurut berbagai macam sumber dan pakar, untuk membuat personal brand ada 3 langkah tentukan sbb :

1. Kompetensi

Tentukan kompetensi kita, sudah ada ? yakinlah setiap individu mempunyai keunikan tersendiri. Bukalah diri kita untuk melihat dimana kelebihan kita untuk di jadikan sebagai nilai jual kita. Dalam dunia telco, kompetensi berarti keahlian specific yang sekarang sedang kita pelajari dan kita tekuni.

2. Standart

Tentukan apa yang menjadi batasan standart kita. Pernah denger ga cerita missal : Si A tuh kalo meeting selalu on time, kalo ke kantor ga pernah terlambat, kalo mengerjakan tugas selalu tepat waktu. Itulah standar si A, dia tidak akan pernah bermain – main dalam nilai yang dia punya. Jadi bisa kita menentukan standart kita bagi diri kita sendiri.

3. Style

Tentukan Style kita dalam sikap dan cara berkomunikasi kita. Ini akan menjadi ciri khas tersendiri bagi kita ketika sebuah komunikasi bisa di terjemahkan dengan mudah dalam sikap dan berbahasa kita dengan customer kita.

Mari kita belajar untuk itu, sepertinya tidak mudah namun tidak sulit juga untuk kita belajar memulainya. Setidak nya kompetensi, standart, dan style jika di lakukan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan lama – lama akan menjadi karakter, karakter akan menjadi sifat. Dan pada akhirnya itulah brand kita.

Tentukan Tagline.

Pernah liat slogan nya Nike ? Impossible is nothing. Atau Telkom ? The world is in your hand. Ya slogan atau tagline untuk memberi garis tegas pada brand tentang sebuah karakter dari brand itu sendiri. Penting buat kita untuk member tagline bagi kita agar secara singkat orang bisa mengerti tentang siapa kita dan bagaimana cara kita bekerja sebelum memberi kesan yang lebih dalam atau bekerja sama lebih lanjut.

Memanfaatkan Media Sosial.

Ketiga cara tersebut diatas tentuanya perlu kita promosikan, artinya sebuah brand tidak akan bergerak maju dan laku tanpa di kenal oleh customer. Untuk menggerakan sebuah brand agar dinamis dan maju kita perlu menentukan strategi branding yang tepat sesuai dengan target customer kita. Mari kita hubungkan dengan dunia kita :

1. Facebook, linkedn, blog.

Media ini sudah menjadi media yang tidak asing lagi, jadikan media ini menjadi media bagi promosi brand kita yang efektif. Jadi gunakan media ini dengan jeli untuk promosi brand kita tidak hanya sekedar update status.

2. Email.
Dalam dunia kita email adalah alat komuikasi yang utama dalam transaksi pekerjaan setiap hari. Adalah cara yang ampuh juga untuk mempromosikan diri kita di setiap identitas email kita untuk kita sebutkan tagline kita dan atau blog kita.

3. YM, Gtalk, dll.

Tidak sedikit relasi – relasi dan atau customer kita berkomunikasi lewat media ini. Adalah hal yang perlu juga buat kita untuk memberi tagline atau blog kita dalam status nya untuk memberikan respon yang positif.

Brand tetap memerlukan promosi, dan ketika sebuah brand sudah menguat maka citra positif akan terbentuk yang pada akhir nya menimbulkan trust yang luas biasa dari customer tanpa perlu ber cuap – cuap terlalu lama lagi.

——–

Beberapa minggu yang lalu, dalam status YM temen di perusahaan sebelum nya menuliskan “Tebarkan jala itu seluas nya lalu tunggu waktunya hingga jala itu menyempit untuk mendapat ikan yang kita dapat” secara reflex saya coba meresponnya dengan “Bagaimana kalo kita coba pakai kail pancing ? kita lempar sejauh mungkin lalu tunggu waktu hingga akhir nya kita dapat satu ikan saja namun ikan yang cukup besar”. Dengan pengertian, kita lempar visi kita jauh ke depan lalu dengan kesabaran dan ketekunan kita lewati waktu demi waktu dengan baik dan fokus untuk mendapatkan hasil impian yang lebih besar jangka panjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.