Orang bijak bilang kemaren adalah masa lalu, hari ini adalah anugrah, dan masa depan masih misteri. Sebagai manusia biasa tentunya kita hanya bisa melakukan rencana dan ikhtiar sedangkan hasil akhir biarlah Kuasa Tuhan yang menentukan. Pada saat menginjak kan kaki pertama di dunia kerja tentunya sudah banyak angan dan cita yang ingin di raih sebagai jalan untuk mewujudkan mimpi
Sebagai orang yang bergerak di bidang telco khusus nya networking (we talk about technically) dengan latar belakang berbeda – beda dimana ada yang memang dari awal pendidikan nya di telco tapi ada juga yang non telco mencoba membangun karir Read more »
RNPO atau Radio Network Planning dan Optimization dari dulu identik dengan bagian yang punya nilai lebih atau kalo kawan – kawan menyebut kasta nya tinggi walo sebenarnya gw ga begitu setuju di sebut kasta.
Akhir nya masih ada waktu sebelum cuti lebaran buat nulis – nulis dulu. Lebaran kali ini BRTI benar – benar menggunakan kewenangan nya sebagai regulator untuk mengeksekusi ragulasi tentang pengecekan kualitas layanan dan ketersediaan network seluruh operator dengan landasan regulasi yang kurang lebih nya sebagai berikut :
Hehe iseng – iseng aja gw nulis ini, gw dapet mitos ini sudah cukup lama dari semenjak belum kawin sampai akhirnya kawin dan membuktikan kebenaran mitos itu.
Sudah lama ga menulis, uhhh sudah beberapa minggu dan bulan ini disibukkan dengan berbagai urusan dari urusan orang tua, keluarga, dan juga pekerjaan.
Tulisan ini judulnya belum ada judul, sorry akhir – akhir ini lagi sibuk wira wiri kesana kemari bukan karena sibuk kerjaan tapi karena sibuk ortu lagi sakit dua2 nya tapi pagi ini sudah tetlihat dari pancaran matanya sudah mulai mendingan.
Beberapa waktu yang lalu mungkin persaingan belum seketat sekarang karena demand lebih banyak dari pada supply tetapi kondisi berubah akhir – akhir ini dimana demand meningkat supply juga lebih meningkat lagi.
Ah akhirnya Telkomsel mau membuka juga tower – tower nya untuk di sewakan kepada operator – operator lain mengikuti jejak 2 operator incumbent lainnya Indosat dan XL. Sejak peraturan pemerintah diberlakukan dan pemda – pemda juga mulai meliriknya maka setiap operator wajib mensharingkan towernya ke operator lain agar tidak terjadi hutan menara di mana – mana.
Wajar jika gonjang ganjing itu memang ada, maklum persaingan semakin ketat. Bayangin aja ada 10 operator yang memperebutkan kue telekomunikasi di Indonesia yaitu 5 operator GSM dan 5 operator CDMA, ibarat partai harus ada yang memenuhi electoral treshold 2.5% agar lolos di parlemen atau berkoalisi alias merger. Tapi operator ini bukan perusahaan sosial harus itung untung ruginya juga tapi masuk logika juga jika ada electoral treshold karena at least bisa buat nutupin operasional perusahaan yang cost nya cukup tinggi.
Gw pernah melampar wacana ini di sebuah millist :

